Inilah Obat Fumigasi Beras Paling Ampuh

Obat fumigasi beras fumigan phostek 56 TB ini merupakan obat paling ampuh untuk mengatasi kutu beras, jagung, kedelai, tepung, kopi, dan bahan makanan lainya. dalam menggunakanya obat fumigan phostek 56 TB ini sangat efektif untuk membunuh dan membasmi berbagai hama yang mengganggu produk makanan tersebut. Saat ini fumigasi sudah banyak dilakukan untuk berbagai masalah, salah satunya untuk mengatasi masalah kutu beras. kutu beras ini sering menyerang beras anda, sehingga beras menjadi bau, kotor, dan berwarna hitam. oleh karena itu, banyak orang yang kesulitan untuk mengatasi masalah kutu beras ini. namun, dengan perkembangan tenologi sekarang ini, ada solusi paling ampuh untuk mengatasi masalah kutu beras adalah dengan melakukan fumigasi kutu beras. Selain kutu beras, ada pun layanan jasa fumigasi kapal.

Dalam melakukan fumigasi tentu kita membutuhkan obat fumigasi beras. salah satu obat fumigasi yang sangat ampuh untuk mengatasi masalah kutu beras adalah fumigan phostek 56 TB. obat fumigan phostek 56 TB juga tidak menimbulkan efek samping apapun untuk bahan makanan tersebut. sehingga obat fumigan phostek 56 TB sangat tetap anda gunakan untuk mengatasi masalah terhadap sumber makanan pada saat melakukan fumigasi. Keunggulan obat fumigasi fumigan phostek 56 TB ini adalah sebagai berikut:

  1. obat fumigan phostek 56 TB sangat efektif dalam mengendalikan hama yang mengganggu sumber makanan.
  2. obat fumigan phostek 56 TB ini dapat membunuh semua hama dengan baik.
  3. obat fumigan phostek 56 TB tidak meninggalkan bau atau rasa.
  4. obat fumigan phostek 56 TB tidak menimbulkan efek samping apapun.
  5. obat fumigan phostek 56 TB tidak merusakn lapisan ozon bumi, sehingga ramah lingkungan.

 

Biasanya fumigasi ini dilakukan dengan menggunakan obat fumigasi beras phostek 56 TB yang diletakan di area tumpukan beras tersebut. obat fumigasi tersebut akan menyublin sehingga dapat membunuh kuman menyerang beras anda. biasanya fumigasi ini dilakukan pada beras yang disimpan lebih dari 3 bulan, karena waktu penyimpanan beras juga dapat mempengaruhi kualitas dari beras tersebut.

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *